When Friendship More than Only Friendship
Oleh Mundi Tia Pangesti N.R
DIKLIMUNISTRI2KA ketika SMP. (Dari kiri :
Irma,Rindang,Lintang,Dayu,Triska,Putri,Ninis,Kintan)
Malam itu,sebelum hari Sabtu,tepatnya tanggal 14
Februari 2014 (Hari ulang tahun Mundi),sekitar jam 9 malam.Di bawah sinar
rembulan yang terang,juga hembusan angin yang dingin,sebuah keluarga yang
bahagia sedang mengadakan kemah di luar rumah.Karena kebahagiaan yang benar-benar
tersirat di wajah keluarga itu,seakan-akan bumi,matahari,dan bulan pun akan iri
dan cemburu melihat mereka.Kalian bisa menyebut keluarga ini dengan ‘Keluarga
Mundi’.
“Eomma,jadi
melanjutkan nonton drama ‘Jak Ok Jung Life in Love’?? ” (Tanya Mundi).
“Ania,,Eomma
sudah ngantuk.Besok saja nontonnya.” (Sambil memalingkan badan membelakangi
Mundi).
“Eomma???sudah aku siapkan
laptopnya,aku sudah selesai menggunakannya.Nde
Eomma??Ayolah??Malam ini saja,,” (Rayu Mundi dengan manja)
Meskipun sekarang umur Mundi sudah 16 tahun,terkadang tingkah lakunnya
juga seperti anak kecil.Mundi merayu Ibunya dengan menggoyang-goyangkan perut
Ibunya yang buncit itu.Dari dulu,Mundi memang suka bercanda.
“Eomma!!!Nde???ini baru jam 9.30,,belum terlalu
malam.Ayolah Eomma??Sampai mana??Episode 9 ya??Episode 9 aku tida
punya,langsung episode 10 ya?” (Tutur Mundi)
Perlahan-lahan,akhirnya Ibu Mundi mau menuruti permintaan
anaknya itu.Ia terbangun dari tidurnya dan melanjutkan menonton Drama “Jak Ok
Jung Life in Love”.Keluarga Mundi memang menyukai K-Drama semua,mulai dari
Mundi,Ibunya,kakaknya,sampai adik-adiknya,semua menyukai K-Drama atau yang
berbau Korea.Tetapi mereka tetap bangga dengan Indonesia.
Malam semakin larut,Mundi pun tertidur lelap dalam pelukan
mimpinya,dan Ibunya masih melanjutkan pekerjaan sampingnya,yaitu menonton drama.Hingga
pagi pun tiba,Mundi memaksakan untuk membuka mata dan terbangun dari
tidurnya,karena dia harus melaksanakan tugasnya sebagai salah satu siswi SMA.Lantas,ia
beranjak pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu dan membersihkan badan.
Singkat
waktu,akhirnya setelah semuanya sudah siap dan selesai menyapu rumahnya.Mundi
siap untuk berangkat sekolah.
“Aku
berangkat bu…Assalammu’alaikum…”
“Wa’alaikum Salam..hati hati di jalan…”
XXXXXX
Hari Sabtu,15 Februari 2014,Suasana di sekolah seperti
bisanya,ramai jika ada PR,gaduh jika tidak ada guru,dan selalu menunggu waktu
istirahat dan pulang sekolah.Seperti itulah suasana di sekolahan Mundi.Pelajaran
pertama akan dimulai 5 menit lagi,tetapi Mundi dan teman-temannya masih duduk
di depan kelas.Karena setiap hari Jum’at dan Sabtu,kelas mereka digunakan untuk
sanggar matematika.
Pelajaran pertama adalah Bhs.Indonesia.Yups!! B.Santi,guru
Bhs.Indonesia kelas sepuluh yang cantik dan sabar.Semua murid menyukainya.
“Assalammu’alaikum…” (B.Santi memberi salam kepada
murid-murid”
“Wa’alaikum Salam…” (Jawab anak-anak seraya
mengambil buku dari tasnya).
“Absen dulu ya??”
“Ahmad Saikhu (1)??”
“Ada bu!!selalu” (Jawab Saikhu dengan semangat)
“Anis Istiqomah (2)??”
……
……
“Zumrotul Ismi (38)??”
“Iya bu…” (Jawab Ismi)
“Ada PR ya??yang tentang cerita hikayat.” (B.santi
bertanya kami)
“Iya,ada PR bu..tapi ada yang bingung”. (Jawab
Fitria)
“Masak masih bingung??kemarin kan sudah
dijelaskan”.
“Iya,,tapi sedikit mudeng,jadi ya agak bingung.”
“Terlalu banyak tokohnya bu.Terus namanya panjang
panjang.” (Lanjut Dhea, teman sebangku Fitria)
XXXXXX
1 jam, 2 jam, 3 jam, bahkan 5 jam sudah terlewati.
Setelah Bhs.Indonesia, Geografi, Ekonomi, dan Istirahat, sekarang waktunya Seni
Budaya, pelajaran yang menurut anak-anak pelajaran High Class,begitulah
anak-anak menirukan Pak Puji.Karena dalam pelajaran itu,mereka harus
benar-benar bisa mencerna sesuatu secara mendalam dari segi positifnya,dengan
kata lain menggunakan otak kanan.
Entah mimpi apa yang terjadi pada Mundi,hari itu
matahari benar-benar bersinar sangat cerah dan membuat bumi ini terasa akan
terbakar.Sebaliknya,berbeda dengan Mundi,wajahnya yang dingin bisa membuat semua
bunga di dunia ini mati membeku.Selama di sekolah,dia benar-benar menjadi
berbeda,dan selalu memasang wajah datar yang membuat bosan.Bahkan yang biasanya
dia setiap hari selalu bercanda dengan Rindang (temannya sejak SMP yang sekarag
adalah teman sebangkunya).Hari itu,Mundi benar-benar menjadi pendiam.
Teng…Teng..
Yeaahh!!Waktunya pulang sekolah,tidak terasa sudah
6 jam Mundi di sekolah.Hari Sabtu,seperti biasanya,setiap hari Sabtu Mundi
harus mengikuti Sanggar IT.Sekitar hampir 2 jam lebih,akhirnya sanggar
selesai.Mundi pun pulang,tanpa ada perasaan apapun dia mampir di rumah neneknya
sebelum pulang ke rumah.Ternyata,Ibu,kakak,dan adiknya ada disana semua.
XXXXXX
Selang 30 menit Mundi dirumah Neneknya,tiba-tiba Triska
(teman sebangku Mundi SMP sekaligs sahabatnya) dan Dayu (sahabatnya sejak SMP)
datang,mengucapkan salam,dan bersalaman dengan Ibu,Kakak,dan Neneknya
Mundi.Mundi terkejut dengan kedatangan mereka,mereka bahkan tiba-tiba langsung
mengajak Mundi pulang ke rumahnya.
“Sampean iki piye to??Aku loh wes nunggu
sampean,nggoleki sampean ndek ndi-ndi mbak??” (Kata Dayu)
“gak nggenah iki,sampean kok ngunu mbak??Ayo
balek,arek-arek ngenteni nang ngarepan omahe sampean iko lho.Arek-arek arep
ngado sampean!!” (Jelas Triska).
“Iyo iyo,jare ape balek??Ayo ndangan..!!” (Jawab
Mundi).
Sejak awal Mundi sebenarnya sudah merasa aneh
dengan ke-6 sahabatnya itu,dari kemarin mereka selalu tersenyum jika melihat
Mundi.Tidak seperti biasanya,senyum mereka benar-benar aneh.Tapi pada
akhirnya,yang lebih membuat penasaran,dibalik itu semua mereka memberi kejutan
kepada Mundi.
XXXXXX
Setelah Mundi membuka pintu rumahnya,ke-6 sahabat Mundi langsung
menerobos masuk rumah Mundi.Mereka juga mengikuti Mundi masuk ke kamar,bagaikan
ekor yang selalu mengikuti kepala dan badan kemanapun bergerak.
“Mbak Mun,ini hadiahnya,jangan dibuka sekarang,ini baru cari
lhoo,,baru buat jadi kalau bungkus jelek,maaf kalau kadonya jelek dan kertas
kadonya jelek banget”. (Triska memberikan hadiah yang mereka buat kepada Mundi).
“Aigoo,gomawo ,makasih,kesuwun
yo..Arek-arek iki,iya gak apa-apa di beri hadiah aku sudah senang.Makasih lho
hadiahe rek??”. (Mundi mengucapkan terima kasih kepada 6 sahabatnya itu).
“Mun,aku numpang buang air kecil ya??” (Kintan meminta ijin
kepada Mundi).
“Iya,mau buang air kecil aja masih ijin” (Jawab Mundi).
“Lho,lak gak ijin,engko jare dadi arek gak nduwe unggah-ungguh
lah piye to seng bener.”
“Halah terah awakmu senengane mbulet Ntan…” (sela Irma)
“Iyo iyo,yowes kono ndang budal!!” (tambah Mundi)
Di kamar Mundi,ke-4 sahabatnya sedang bercanda-canda.Karena
Kintan sedang pergi ke toilet,dan Irma entah kemana .Tanpa Mundi
sadari,tiba-tiba Irma masuk ke kamar
dengan membawa kotak yang seharusnya didalam kotak itu terdapat kue.Tetapi
mereka memang suka bercanda,jadi mereka sengaja meberikan kotak kue yang
kosong.
“Happy Birthday Mundi…” (Kata Irma)
“Ya Allah…makasih kotaknya ya??”
Mundi dan 5 sahabatnya tertawa bersama.
Tiba-tiba Kintan menyusul masuk ke kamar Mundi dan diatas kedua
tangannya terdapat Kuetart yang cukup
besar dan cukup jika dimakan lebih dari 8 orang.
“Happy Birthday Mundi…” (sekali lagi Irma mengucapkan).
“Happy Birthday!!!yeaahhh…” (ucap Kintan dengan candaannya).
“Happy Birthday…” (Ucap ke-6 sahabat Mundi).
“Ya Allah rek,,kan mesti..iya,makasih
wes di beri ini.Makasih untuk semuanya..”.
Mundi mencium pipi ke-6 sahabatnya itu satu per satu,Mundi juga
memeluk mereka.Aigoo,setelah hampir 1 tahun mereka tidak pernah seperti ini.
“Kan,ngunu kemarin aku kuetartnya cilik-cilik” (Dayu tiba-tiba
menyela).
“Tapi kan wes entok monyet yu..gak bersyukur iki,,masio cilik
loh akeh yuu…”Jawab Rindang)
“Hehe..iyo iyo,,yowes ndang ditiup,liline sek keri ndek
toko.Berdo’a dulu wes sebelum dipotong kuenya”.
Setelah Mundi berdo’a,akhirnya waktunya memotong kue.Tetapi
sebelum itu,harus ada kenangan disetiap peristiwa yang jarang terjadi kan??
Jadi Mundi dan sahabathya berfoto bersama dan mereka benar-benar
bahagia.Sayangnya,Ninis dan Putri tidak ada,karena mereka mempunyai acara yang
tidak bisa ditinggalkan.Seandainya mereka semua ada,betapa senang dan
bahagianya Mundi.
Saat pemotongan kue,kebersamaan mereka sejak SMP benar-benar
terlihat.Ya,meskipun sekarang mereka tidak 1 kelas lagi,apalagi ada yang beda
sekolah.Semua itu sama sekali tidak menghalangi persahabatan 9 kawan itu.Dan ciri khas dari 9 sahabat itu
juga muncul kembali,dimana mereka selalu suka bercanda sejak SMP.Itulah yang
membuat mereka juga semakin erat hubungan persahabatannya.
“Mbak,aku pulang dulu
ya??” (Dayu meminta ijin pulang kepada Mundi)
“Mbak,aku pulang,salam
buat Ibunya sampean”. (Triska juga berpamitan)
“Iya,makasih buat semuanya.Ati-ati ndek jalan??”
“Iya,Assalammu’alaikum mbak..” (Jawab Triska dan Dayu)
“Wa’alaikum Salam…”
Mundi memandangi ke-6 sahabatnya
yang berhamburan pulang satu per satu.Yah,dalam benak Mundi,ini adalah hari
yang paling bahagia yang pernah ia alami.Betapa beruntungnya dia,mempunya 8
sahabat yang setia,selalu menemaninya kapanpun dan selalu memperhatikannya.
Thanks For Read J