Jumat, 06 April 2012

Drama Musical kolaborasi kelas 8B dan 8G


Ini foto ku dan teman sekelasku..sayangnya aku gak dapat foto nya anak 8G...huffthh!! -,-
asal kalian tau,,di drama musical yang berjudul "TUMINI" ini,aku menjadi seorang majikan di Arab yang kasar dan juga sombong..ckckck
Nah,,bisa dipastikan dongg??dalam foto diatas...coba,mana aku??ntar kalau betull dikasih peremen dehh!!hahaha :D

(FF) My Sullen Prince!? [Special Jung Min's Birthday]

(FF) My Sullen Prince!? [Special Jung Min's Birthday]
Author :  Hyunna Choirunnisa Triples (Choirunnisa Pipit P.)




Every human have secrets, haven’t you?
Also in my school, there is a secret club here,
A club, which all of the members just love glasses boys..
So, the club’s name is ‘Glasses Boys Fans Club’..
-o0o-

Author : Hyunna Choirunnisa Triples (Choirunnisa Pipit P.)
Title : My Sullen Prince
Genre : Romance, Schoolship
Range : Oneshoot / 1 chapter
Rating : Teenager,

Main Cast : 
-          Park Jung Min (SS501)
-          Min Hyunna

Other Cast :
-          Kim Kyu Jong (SS501)
-          Ha Jae Kyo
-          Min Ji Eun

Disclaimer : Ini adalah FF hasil remake, aku nulis ini dapat inspirasi dari sebuah komik kesayanganku. Hanya saja aku ganti dengan versi korea. TAPI.. walaupun begitu tetap jangan di CHEAT apalagi di PLAGIAT! Okk!! Aku butuh kerja sama dari kalian..^^

DON’T FORGET RCL! THAT’s MUST BE YOU DO! ;3
HAPPY READING, READER!

-o0o-

“Wah, photo ini bagus banget!” puji salah seorang yeoja atas hasil cetak photo seorang namja berkacamata yang tampan sesuai diphoto itu,

“Aku mau dong, jadi pemotretnya Jung Min,” pinta salah seorang yeoja yang lain, Hyun Mi.

“Enak saja Jung Min itu giliran yang lain, dong!” bantah ketua klub, Jae Kyo.

“Otthe? Sudah saatnya Hyunna yang diberi tugas, tapi Hyunna jangan malu-malu, ya!” lanjut sang wakil bersua, Ji Eun. Saat ia melihat kedatangan Hyunna memasuki ruang Klub,

“Ah, baiklah aku akan berusaha,” jawab Hyunna dengan senang, serta mengepalkan tangannya tanda orang bersemangat,

“bagaimana kalau Jung Min, si Ketua OSIS itu? Kukira dia tipe Hyunna, kan?” ucap Jae Kyo menujuk sang target bagi Hyunna, Hyunna yang belum mengetahui perbincangan teman-temannya tadi hanya senyum-senyum kikuk saja,

“Dia masih jomblo, loh..”  sambung Ji Eun,

“Mwoo?! Jung Min..?” pikir Hyunna dalam hatinya

“kacamata frame gantung, dengan rambut hitam yang menutupi kacamatanya, itu tipe kesukaanmu, kan?” jelas Jae Kyo, Hyunna yang mendengar penjelasan tentang kacamata yang Jung Min pakai itu seketika berbinar matanya,

“Kenapa harus si Ketua OSIS itu., tapi aku akan berusaha mencari tahu dulu,” ucap Hyunna dalam hatinya,

-o0o-

Dengan susah payah Hyunna mencari kelas dimana Ketua OSIS itu bersarang, akhirnya menemukannya.

“Annyeong..?!” ucapnya hati-hati

“Min Hyunna, ya? Ada perlu apa kemari..?” tanya seorang namja dengan nama lengkap Kim Kyu Jong itu, yang kebetulan bertemu didepan pintu,

“Eh, anu.. Jung Min.. eh, Ketua OSIS itu.. yang mana.. ya?” tanya ku padanya, tanpa pikir panjang Kyu Jong itu meneriakan nama Jung Min keseisi kelas,

“Jung Min!” teriaknya

“Ehh? Eh.. jangan dipanggil..” sangkalku sambil mengomelinya,

“Ne, Waeyo..?” sesaat kemudian seseorang yang bernama Jung Min datang menghampiri pintu tempat Kyu Jong yang tadi itu berdiri dan memanggilnya,

“Ini, Hyunna.. kelas..” belum sempat menyelesaikan ucapanya Kyu Jong tercengang, “Hah? Dimana makhluk itu? Tadi di sini..!?” jelasnya, namun sifat dingin Jung Min kembali terlaksana, dengan mudahnya dia meninggalkan Kyu Jong yang masih binggung itu,

Sementara Hyunna dengan cemasnya tetap bersembunyi..

 “Aigoo, kagetnya!” seru Hyunna yang ada di balik tempok kelas IPA 1, tangannya yang ditempelkan di dadanya merasakan degup jantungnya yang masih kencang itu,

“Nggak kusangka ada namja sekeren itu disekolah ini!” ucap Hyunna yang sedang terkagum pada Jung Min, “rambut hitamnya yang menutupi kacamatanya, bingkai modisnya itu.. aku nggak nyangka cocok banget sama anak SMA.., kalau melihatnya membaca diperpustakaan, atau mengenakan jas lab, mungkin aku bisa mati karena berdebar-debar,”jelasnya mendeskripsikan Jung Min dengan hal-hal yang tak mungkin dilihatnya, (?) #berarti Hyunna terlalu berharap, tuh!?

-o0o-

“menurut suara terbanyak King Glasses No.1 di sekolah kita adalah..” dengan semangatnya Jae Kyo melaporkan hasil voting nan aneh bin gak penting itu, “Park Jung Min!”

“Hyyee... aku sangat setuju!” hampir semua member Klub itu bersorak setuju,

“Kalau begitu., siapa yang mau memotretnya.?!” Tanya Jae Kyo dengan semangatnya,

“ketua aku saja!” sahut Hyun Mi, yang sedari kemarin ngebet banget ingin memotert Jung Min,

“Ehhm, ketua jika boleh aku mau..” giliran Hyunna yang mengajukan diri, dengan sifatnya yang malu-malu itu membuat member yang lain menoleh kearahnya,

“Mwo?! Tumben banget Hyunna yang pemalu menyalonkan diri?” tanya Ji Eun, Wakil Klub, “ternyata benar-benar tipemu, ya?”

“Eummn, Ne..” dengan malunya Hyunna tetap menjawab,

“Baiklah supaya adil, yang berhasil memotret Jung Min dengan foto panling keren dalam 3hari, akan jadi pemotretnya!” akhirnya Ji Eun memberi persyaratan yang akurat, sebagai pemotret Jung Min

“Mwoo?! Tiga hari saja..? Oke! Aku akan berusaha..!” ucap Hyunna dalam hati menyakinkan diri,
-o0o-

Dengan yakinnya istirahat siang ini Hyunna menghampiri kelas Jung Min dan memohon agar Jung Min mau difotonya,

“Gak mau! Aku akan sangat terganggu..” tolak Jung Min atas permintaan Hyunna,

“Jangan pelit dong! Cuma sekedar foto, kok!” temannya, Kyu Jong, memberi saran. “Tolong Hyunna ssi..” sambungnya

“kau tahu? Kau orang ketiga yang minta foto aku, aku benci jika difoto!” sekali lagi Jung Min menolaknya,

“Ma.. maaf, aku tidak tahu..” ujar Hyunna, meskipun Jung Min sudah beberapa langkah meninggalkannya,

Ada apa dengannya? Ku jadi ingin lebih mengenalnya,..” ucap Hyunna dalam hatinya,

“Hyunna ssi maaf, ya. Kayaknya Jung Min lagi bete deh,”  Kyu Jong menenangkan hati Hyunna yang sedikit kecewa, “kalau aku bagaimana?”

“Ahh.?? Jweisonghamnida..!!” sahut Hyunna lalu berlari menjauhi kelas itu, dengan wajah kecewa bercampur kaget,

“haha.. dia lari!” tawa Kyu Jong dengan puasnya setelah meledeki Hyunna, “lucu, seperti tupai kecil yang melompat, hahaha!”

Tanpa disadari ternyata Jung Min yang hanya berjalan pelan masih dapat mendengar perdebatan konyol Hyunna dan Kyu Jong,

Jung Min melirikan matanya 10° kebelakang dan tersenyum,
-o0o-

Sekarang adalah hari kedua waktu pemotretan untuk member yang ingin menjadi pemotret tetap Jung Min,

“Ada apa lagi..?” dengan kesalnya Jung Min menanggapi kedatang Hyunna kekelasnya, setelah kejadian kemaren yang masih terekam pasti dimemory card Otaknya, (?)

Hyunna yang seketika melihat tatapan bete Jung Min mengerutkan matanya, seakan ingin menangis kekecawaan,

“Maaf.. nggak ada apa-apa, kok!” dengan polosnya Hyunna memjawab, jelas diraut wajahnya Hyunna sedih
Dengan tanpa rasa bersalah, Jung Min pergi mendahului Hyunna yang terduduk lemas didepan kelasnya,

“apa boleh buat, kupotret diam-diam saja, snapshoot lebih bagus..”  ucapnya dalam hati tetap tidak patah semangat dan mulai bangkit dari duduknya, lalu mengendap-endap dibelakang Jung Min yang sedang berjalan santainya,

Dengan pasti Hyunna mengikuti Jung Min, namun.. tanpa disangkanya Jung Min malah memutar balik tubuhnya dan berjalan menghampiri Hyunna. Hyunna yang tiba-tiba melihat keadaan itu hanya diam dan memojokan tubuhnya di tembok luar kelas,

Jung Min terus berjalan mendekati Hyunna yang masih membeku, binggung apa yang Jung Min lakukan,
#Brruukk

Tangannya ia letakan dikanan dan kiri bahu Hyunna, dan mendekatkan wajahnya lebih dekat pada Hyunna, namun ia hanya diam dan terpelongo,

“Huwaa.. apa yang akan dia lakukan padaku..?” ucap Hyunna dalam hatinya,

Lebih dekat lagi dengan Hyunna, lalu..

“Menyebalkan sekali..!!” Sambar Jung Min dengan kata-kata pedihnya, lalu dengan mudahnya meningalkan Hyunna dan membiarkannya terpelongo kebinggungan,
-o0o-

“Huh! Padahal tadi kata-katanya pedas sekali, tapi kenapa aku malah berdebar-debar..?” ucap Hyunna yang sedang menaiki tangga menuju perpustakaan, lalu tiba-tiba teringat lagi potret yang harus ia kerjakan, “kalau aku potret dari sini, pasti nggak ketahuan, deh..” ucapnya percaya diri,”ah itu dia!”

Dengan yakinnya Hyunna memastikan gerak-gerik Jung Min saat ditangga. Mencari posisi mana yang cocok untuk memotret Jung Min, sesekali melonggokan kepalanya melihat ‘dimana Jung Min’ yang akan menampilkan wajah tampannya, Namun ternyata nasib buruklah yang datang padanya,

“Wuuaaa...!” tiba-tiba tanpa ia ketahui, sepatunya salah menginjak anak tangga lalu hampir terjatuh dari pagar-pagaran tangga.

“Hei! Hati-hati.!”

#gyyuuut
dengan hati-hati nya, Jung Min menangkap Hyunna yang hampir saja terbentur lantai tangga itu, dan tak tahu siapa yang memulai Jung Min memeluk Hyunna dengan air muka yang penuh khawatir,

“Kau tak apa-apakan?!” tanya Jung Min keras dan lagi-lagi wajahnya terlihat seperti itu,

“I.. Iyaa.! Aku tak apa!” dengan penuh pasti Hyunna menjawab, namun hatinya tak bisa tertipu, dia sedang senang!

“Joahyo! Baguslah..!!” tangkap Jung Min lalu tersenyum dengan lembutnya, tampang kekhawatirannya hilang,
#Dheg..Dheg..

“bagaimana ini, hatiku berdegup kencang..” takutnya dalam hati,

“Pabo! Lain kali jangan cerobah lagi!” omel Jung Min pada Hyunna, sedangkan Hyunna hanya sibuk mendeteksi degup jantungnya karena, sesuatu..

Lalu setelah itu mereka bangun dari duduk mereka dan Jung Min pergi meninggalkan Hyunna disana,

“Ah! Jung Min..” panggil Hyunna pada Jung Min, dengan sedikit keberanian yang ada Hyunna memanggilnya, “Eumm, Gomawooo..” sahutnya berteriak,

Jung Min yang mendengar itu berbalik arah, dan tersenyum pada Hyunna,

“Aigoo?!” jantung Hyunna yang tadinya hampir kembali normal, malahan menjadi-jadi.. semakin parah, “Senyuman itu..” ucapnya dalam hati,
-o0o-

Hari terus berjalan, hingga saat ini adalah hari terakhir penentu pemotret tetap Jung Min,

“Ahh?! Kenapa waktu itu gak aku potret sih..” sesal Hyunna, dengan tampang kesihannya, “Senyumnya..”

“apa kalian sudah dapat foto Jung Min, batasnya sampai bel pulang sekolah, ya!” Jae Kyo mengumumkan di ruang klub,

“Yahh, itu nggak terlalu bagus,” Hyun Mi mengejek hasil potret Eun Ah,,

“iya.. matanya merem, harusnya dipotret diam-diam,” Ji Eun bijak, memberi saran

“Hyunna, apa Jung Min mau kau potret?” tanya Jae Kyo pada Hyunna yang sedang termenung kesedihan #kasian amat dah, Hyunna!

“Jung Min baik kok, dia langsung mau di potret, iya kan?” Ji Eun angkat bicara,
-o0o-

“Kenapa dia dingin denganku? Kenapa dia nggak mau kupotret?” keluh Hyunna dalam hatinya, selama perjalanan dilorong sekolah,

Tiba-tiba dari arah yang berlawanan Jung Min dengan tas gantungnya melewati jalan yang sama, namun sikap dingin Jung Min tetap tidak hilang, sesaat kemudian ia hanya melewati Hyunna yang sedang menatapnya nanar,

Hyunna memberanikan dirinya untuk bicara..

“Kenapa? Kenapa hanya aku yang tidak boleh memotretku?” teriak Hyunna dari arah belakang Jung Min, ia pun seketika menoleh kebelakang dan melangkah mendekati Hyunna,

“Boleh, asal kau bersedia melakukan apapun,” Jung Min dengan wajah penuh keyakinan mengucapkan persyaratannya,

“Baiklah! Apapun akan kula..” belum selesai Hyunna menjawabnya, tiba-tiba Jung Min dengan cepat meraih dagu Hyunna dan..

Chuu~
Hyunna yang terkejut pun melebarkan matanya penuh, sementara Jung Min yang masih mencium Hyunna, semakin mendekap Hyunna dalam pelukannya,

sesaat kemudian Jung Min merengangkan pelukannya, seta membuka matanya perlahan dan..

“Apa kau paham dengan ucapanmu tadi, hah!?” bentak Jung Min setelah berhasil merampas First Kiss bagi Hyunna itu,

“Diaa...” sesak Hyunna dalam hatinya,

“Kau ini memang bodoh!” tambah Jung Min, lalu dengan tampang tak bersalah dia meninggalkan Hyunna yang sesaat kemudian meneteskan air matanya,

“Jung Min bukan dingin, diaa.. Hanya membenciku,” isak tangisnya semakin menjadi namun Jung Min sudah entah dimana,
-o0o-

“Ayo! Kalian kumpulkan foto Jung Min!?” perintah Jae Kyo pada anggotanya, “Hyunna, mana fotomu?” jae Kyo pun mendekati Hyunna yang sedang melamun sendirian,

“Nggak ada!” Hyunna bergumam, “aku gagal memotretnya,”

“Tapi, menurutku Hyunna cocok koq jadi pemotret Jung Min,” hibur Jae,

“Ne, aku juga setuju!” Ji Eun pun ikut memberi semangat,

“Ne.. lihatlah!” pinta Jae, lalu dengan sigapnya menarik salah satu foto Jung Min yang tersebar dimeja, “Jung Min.. dia selalu melihat ke arah Hyunna, lho!”

Hyunna pun dengan segera melihat foto-foto Jung Min yang diperlihatkan oleh Jae dan Ji Eun, seketika ia teringat pada sesuatu,

“tidak pakai kacamata? Eumm.. dia,” pikir Hyunna dengan yakinnya, “Aku ingat...”

-flashback-

“Huuaa, kenapa buku ini diletakan diposisi paling atas?!” keluh Hyunna, tubuhnya yang tak terlalu tinggi tak bisa mengambil buku diperpustakan itu,

“Yang ini?” tiba-tiba seorang murid laki-laki berdiri disampingnya dan mengambilkan buku itu,

“Ne, Gomawo..” ucap Hyunna polos dan gugup

“aku selalu memperhatikanmu, mau jadi pacarku?” tanpa disangka murid laki-laki itu, menembaknya. Seketika Hyunna yang sudah lebih dulu gugup sekarang semakin menjadi,

#Dhegg.. Dhegg Dhegg..
Degup jantungnya tak bisa tertahan lagi,

“emmn, a.. aku..” jawabnya terbata-bata, “Emmn, maaf..!” tambahnya namun tak membuatkan hasil bagi murid laki-laki tersebut, dan segera ia berlari keluar perpustakaan,

Sedangkan murid laki-laki itu hanya memandang punggung Hyunna yang semakin menjauh dan tak terlihat,

-Off-

“Dia..” ucap Hyunna dalam hati, entah apa yang dipikirkannya, tiba-tiba ia meneteskan airmata,
Teman-temannya, begitupula Jae dan Ji Eun sontak menoleh padanya

“Hyunna..?! Waeyo?” tanya Jae,

“Aku memang menyebalkan..” isaknya dalam hati, “mungkin sudah terlambat.. tapi aku..”

-o0o-

Ruang Praktikum-

“Ya! Kenapa mengajakku kesini?” tanya Jung Min dengan sikap dinginnya, “Kau masih belum kapok juga, ya?”

“Ini foto-fotomu sudah jadi..” ucap Hyunna dengan pelan serta menundukkan wajahnya.

“Aku ngga butuh!!!” tekan Jung Min dan menyingkirkan tangan Hyunna yang hendak memberikan fotonya itu,

“INI!!” teriak Hyunna dengan beraninya,

“Aishh.. sudah ku bilang aku benci foto!” tegas Jung Min dan melotot ke arah mata Hyunna,

“Kau!” lirik Hyunna dan membalas Jung Min dengan balik melotot ke Jung Min, alhasil Jung Min pun mengambil foto-foto tersebut dengan sikap sok cool-nya

“Aisshh. Sini..”

“maaf, aku lupa padamu,” tiba-tiba Hyunna kembali melembut,

“Baguslah, kalau kau lupa. Aku menukar lensa kontakku dengan kacamata untuk menghindaarimu, ternyataaku salah menilaimu, kau lebih suka kacamata..” jelas Jung Min dengan melipat kedua tangannya didepan dadanya,

“Aku akan lakukan apapun, asal kau mau memaafkanku!” tegas Hyunna, ia membulatkan matanya penuh, “ aku nggak akan memalingkan mataku kali ini..” tambahnya dalam hati,

“lagi-lagi itu..” ucap Jung Min dengan mudahnya, “apa kau paham arti..” belum sempat Jung Min menyelesaikan kata-katanya., namun Hyunna sudah mengecup bibirnya. Jung Min  pun hanya bisa melebarkan matanya keheranan.

“Aku sangat mengerti!” ucap Hyunna setelah menghentikan ciuman singkatnya itu, dengan tegas ia katakan.. “karena, karena sekarang aku suka padamu Jung Min!”

Jung Min pun melemas dan tanpa ia sadari ia menjatuhkan foto-fotonya yang sedari tadi ia genggam, lalu ia pun terduduk lemas,

“Huhh, Dasarr..” ucapnya dengan wajah memelas

“Hahh?!” Hyunna sontak saja terkejut
-o0o-

Pulang Sekolah-

“hei, kenapa kau suka padaku?” tiba-tiba Jung Min bertanya dengan wajah konyolnya,

“Kacamatamu!” jawab Hyunna polosnya,

“Hahh? Cuma itu..?!” seketika Jung Min melepas genggaman tangannya dengan Hyunna, dan menoleh kearahnya

“Bukan Cuma itu, kok! Jujur..” Hyunna pun panik , dan menarik kembali tangan Jung Min,

“Huhh, tadinya aku kira kau siswi budaya yang anggun..” ledek Jung Min, tapi malah membuat Hyunna mengerutkan alis matanya,

“Apa maksudmu, hohhh.?!” Tangkap Hyunna yang baru menyadari maksud dari perkataan Jung Min

“hhaha... ternyata aku salah lgi, ya?” Jung Min pun tak tahan menahan tawanya, dan mereka pun berdebat sepanjang jalan,

“Ya! Jung Min....” ledek Hyunna saat Jung Min mengayun-ngayunkan tangannya, dengan menyenggol pundaknya
-o0o-

Saat ku tahu..
Ini akan terjadi..
Aku kaget dan tak percaya..
Sekarang aku..
Aku adalah milikmuu..
Kau hal berharga bagiku..
Aku mencintaimu..

                                                ~The END~
-o0o-

Sabtu, 31 Maret 2012

FF Surprise versi Super Junior's Sungmin


Title : SURPRISE
Author : KYUmalasari

Cast:
Lee Sung Min (oppa)
Shin Sang Hwa (me)
Lee Sung Jin
Park Shin Hye
Cho Kyu Hyun
Other

Genre:
Romantice, cOMEDY


Sang Hwa POV

1 januari? Tahun baru? Bagiku ini lebih dari perayaan tahun baru. Karna oppaku tercinta ulang tahun. Lee Sung Min namanya. Namjachingu-ku. Aku sangat mencintainya, begitu juga dirinya terhadapku. Sempurna kan kisah cintaku?

Kantin kampus ramai oleh mahasiswa yang sedang membicarakan acara tahun baru malam ini. Gaduh, sampai membuatku tak kosentrasi. Ada yang teriak-teriak memesan ramyun. Ada yang bertengkar karena saus cabe terkena mata temannya. Ada yang singing dan dancing. Ada yang lagi nawar cabe sekilo (emang di kampus ada yang jual cabe? Jayus!). Parahnya lagi, banyak yeoja terbengong-bengong ketika 'boys before flower' melintasi kantin dengan gaya so coolnya.. Huhh aku tak menghiraukan itu semua.

Terdengar suara langkah berlari menuju arahku yang sedang asyik memainkan laptop di meja kantin kampus. Dia adalah temanku, Park Shin Hye. Dia duduk tepat di depanku dengan nafas tersengal-sengal. "Sang Hwa ya! Bagaimana? Aku sangat ingin tahu!",tanya temanku tanpa mengucap salam. "molla. Terlalu banyak pilihan membuatku semakin bingung.",jawabku lemah. "Hmm jangan lemas begitu, ultahnya besok jadi masih ada waktu.",ucap Shin Hye menyemangatiku. "ah, aku kan belum dengar pendapatmu! Bagamaina cara membuat surprise yang takkan terlupakan? Ayo cepat katakan!",pintaku. "mwo? Aku?",Shin Hye terkejut. Lalu dia tampak hening sebentar untuk berpikir. Dan, brakkkk! Shin Hye menggebrak meja sampai membuatku terkejut setengah mati. "Sang Hwa ya, bagaimana kalau kita timpuk pake kue tart ke muka imutnya, siram pake telor terigu atau bakar saja rumahnya? Atau kita bom sekalian itu rumah mewahnya?",ucap Shin Hye dengan mata berbinar-binar. "YA apa kau mau membunuh kekasihku? Ah tidak masuk akal sekali!",tukasku. "aku sendiri juga tidak tahu. Bahkan hanya ingin tahu rencanamu aku sampai berlari kesini seperti aku sedang dikejar penculik!",jelas Shin Hye sedih. "mwo? Penculik? Shin Hye ya, kau memang best friendku yang paling baik dan cantik! Gomawo.",ucapku senang. Wajah Shin Hye jadi bingung karna ucapanku, lucu sekali. "apa maksudmu?",tanyanya padaku. "aku akan menculik oppa. Kita akan menghabiskan waktu 1 hari bersama di tempat romantis. Akh bagaimana?",tanyaku semangat. "sipp! Itu karna aku kan? Ceritakan besok pada Sung Min tentangku kalau aku pahlawan kaliyan. Ok!",ucap Shin Hye senang. Dengan senang hati aku menjawab ok. Kamipun berhigh five bersama. Toss...

1 januari pun tiba. Aku sudah mempersiapkan segalanya. Kami memang tidak merayakan malam tahun baru bersama. Aku membiarkan oppa bersenang-senang dengan member SuJu lainnya. Karna 1 januari dia harus bersamaku dan tidak boleh ada yang mengganggu. Tak masalah bagi kami.

Ku ketuk pintu rumahnya. Tak lama kemudian seorang namja keluar. Ups, oppa kau sangat berantakan! Sepertinya dia baru bangun tidur. Tapi aku heran saat dia mengatakan "ada apa?" sambil menguap dan menggaruk kepalanya. Lalu kujawab,"apa oppa tidak terkejut dengan penampilanku? Akh sudahlah cepat mandi dan ikut denganku sekarang!". Kudorong tubuhnya masuk kamar mandi. "oppa, kau harus memakai parfum. Kalau perlu 1 botol oppa tumpahin ke seluruh badan oppa!",ucapku bercanda. Dia pasti kesal karna sampai saat ini aku belum mengucapkan saengil chukkae. Lalu aku membantunya membersihkan bedroomnya. Setelah semua beres aku menunggu oppa di ruang tamu.

Oh alangkah tampannya dia! Eh, tunggu sebentar. Sejak kapan rambut oppa berwarna seperti itu? Model rambutnya juga berbeda. Akh mungkin tuntutan profesi. Dia kan member Super Junior yang terkenal itu. Kamipun pergi bersama. Hanya berdua.

Sung Min POV

Hey siapa yeoja ini? Dia terlihat sangat akrab denganku. Lembut dan sepertinya penyayang. Tapi siapa? Biarpun begitu kenapa dia masuk kerumahku dan mendorongku untuk mandi? Bahkan dia membersihkan kamarku seperti dia sudah mengetahui seluk beluk rumah ini.

Aigoo, dia menculikku! Aku dipaksa masuk ke mobil dan dibawa entah kemana. Aku selalu ingin bertanya padanya dan mencoba menjelaskan tapi dia terus saja mengatakan hal lain sehingga dia tidak mendengarkanku. Aku juga sedikit tidak tega melihat wajahnya yang ceria dan selalu tersenyum. Kuputuskan untuk pasrah.

Kami jalan-jalan ke kebun binatang bersama sambil memakan kembang gula pink. Menyenangkan. Walaupun sedikit aneh bagiku. Lalu pergi ke taman hiburan. Naik rollercoester, menonton sulap dan atraksi, bermain air bersama. Wow, aku sangat menikmati semuai ini. Mungkin karna selama ini aku terlalu jenuh dengan urusanku.

Tapi setiap ada kesempatan aku selalu mencoba menjelaskan. Namun sayang, gagal untuk ke sekian kalinya.

Sampai saat sore hari dia mengajakku ke pantai yang sepi. Duduk berdua di atas hamparan pasir putih menatap sunset. Indah sekali. Sampai tak ada kalimat yang terucap diantara kita berdua. Romantis tapi rasa bersalahku ini semakin menyiksaku. Aku memberanikan diri bertanya,"apa kau tidak takut membawa kabur anak orang? Bahkan aku tak boleh membawa ponsel!". "oppa kau aneh. Apa 2 tahun ini kau tak mengenalku? Kita sepasang kekasih.",jawabnya. Oh, aku pusing!

Sang Hwa POV

1 hari ini indah sekali. Melewatkan hari bersamanya itu sangat menyenangkan. Tapi entah kenapa aku selalu merasa aneh padanya hari ini. Dia pendiam, tidak seperti biasanya. Hmm tapi biar bagaimanapun dia adalah oppaku, Lee Sung Min yang sangat kucintai.

Kuputuskan menuju puncak rencanaku, makan malam romantis. Oppa, kau pasti akan terkejut!

Sung Min POV

Apalagi yang akan dia lakukan padaku? Dia menutup kedua mataku dengan sehelai kain. Akh bodohnya aku masih saja mempercayainya. Tapi perasaanku yakin dia adalah yeoja yang baik. Perlahan-lahan dia menuntunku berjalan. Sepertinya ini jalan menanjak. Dia sangat hati-hati menjagaku.

Tiba di tempat tujuan. Aku berhenti dan dia dengan lembut membuka ikatan mataku. Perlahan ku buka kedua mataku. Ku kedipkan beberapa kali kelopak mataku agar pandanganku jernih.

WOW! Amazing! Sekarang aku ada di atas bukit. Indah sekali. Pemandangan kota Seoul malam ini sangat cantik jika dilihat dari sini. Ku edarkan pandanganku ke sekitar. Hamparan rumput hijau yang luas bertabur serpihan bunga mawar pink terserak disana-sini. Di sekelilingku terdapat tirai kain pink tergantung dimana-mana. Tersapu-sapu angin malam di terangi sang rembulan. Oh sangat sempurna.

Kupusatkan pandanganku ke depan. Ada sebuah kue dengan lilin-lilin kecil di atasnya. Lalu aku bertanya,"apa itu?". Dan dia berbisik,"oppa, saengil chukkahamnida!". Aku kaget bukan main. "darimana kau tahu kalau hari ini hari ulang tahunku?",tanyaku shock. "oppa, aku ini yeojachingu-mu! Huhh jangan-jangan oppa punya yeoja lain ya?". "apa? Yeoja?". "oppa selingkuh!". "huhh? SELINGKUH?",aku mengenalnya juga tidak, bagaimana caranya aku berselingkuh? Aku semakin tidak mengerti. "aggaeshi, tolong dengarkan aku...",saat aku mau menjelaskan dia memotongnya. "ya oppa, kenapa panggil aku seperti itu! Biasanya kau memanggilku chagi. Ayo cepat berdoa dan tiup lilinnya. Aku akan bernyanyi untukmu!",ucapnya dengan wajah ceria.

Baiklah aku menurut saja. Saat itu kami makan malam bersama, singing, dancing bahkan running ala bollywood. *lebay

"oppa sepertinya kau sedikit lebih tinggi dari kemarin. Apa sepatumu itu baru?,tanya yeoja itu. "tidak. Oh ya, kenapa disini semuanya berwarna pink? Sampai bajumu juga berwarna pink!",tanyaku. "bagaimana kau ini oppa? Aku sangat perhatian padamu. Semuanya aku sesuaikan dengan warna kesukaanmu!",jawabnya. Apa? Warna kesukaanku pink? Sejak kapan? Warna kesukaanku putih bukan pink! Sepertinya aku mengerti siapa yang yeoja itu maksud.

"ehm aku...","sudah malam, ayo kita pulang oppa!". Akh lagi-lagi tak mendapatkan kesempatan bicara. Yeoja ini!

Sang Hwa POV

Sempurna! Berjalan sesuai rencana. Dia tampak senang dengan kejutanku. Tapi aku merasa aneh. Dia seperti bukan dirinya yang aku kenal. Tapi dia oppaku, Lee Sung Min. Akh, kekasih macam apa ini mencurigai namjachingu-nya sendiri. Kuputuskan kami untuk pulang karena ini sudah larut malam.

Di dalam mobil dia pendiam sekali. Jangankan mengobrol, melirikku saja tidak. Mungkin dia terlalu lelah.

Akhirnya sampai di depan rumahnya. Rencana finalku, suddenly kiss!

Sung Min POV

Sampai di rumahku kembali. Lega rasanya. Dia mengantarku ke depan pintu masuk. Kami berjalan berdampingan dan dia menggantung di lengan kananku. Tangan kiriku menenteng tas kecil berisi kado darinya.

Tepat di depan pintu, aku memencet bell. Aigoo, apa yang akan dia lakukan? Mendekat ke wajahku? Mau apa dia? Aku dilanda panik luar biasa. Dan...

Chupp...

Ceklekk....

Dia mencium pipiku bersamaan pintu terbuka.

Sang Hwa POV

Kejutan!
Aku mencium pipinya. Eitz, tunggu dulu! Siapa yang membuka pintu itu? Oh,tidak! Apa yang dia katakan?

"chagi-ya, aku menunggumu seharian ternyata kau pergi dengan Sung Jin? Dan kau juga menciumnya?",ucapnya tersenyum.
"oppa...."

Dan semuanya gelap. Aku tak bisa berpikir jernih. Aku shock. Aku terjatuh di pelukan seseorang yang hangat. Diakah Lee Sung Min?

Beberapa saat kemudian.

Aku membuka kedua mataku perlahan. Kukedipkan lagi mataku untuk memastikan. Tepat di depanku ada Sung Min oppa dengan wajah cemasnya. Dan tak jauh dariku ada seseorang yang mirip dengan oppa duduk di samping Kyu Hyun. Sung Jin? Siapa Sung Jin? Kenapa wajahnya begitu mirip dengan oppa?

Sung Min POV

Dia sadar! Terimakasih Tuhan. Aku cemas sekali. Seharian ini aku baru melihatnya. Aku rindu sekali padamu Sang Hwa ya!

"minumlah maka kau akan baik-baik saja". Dia menuruti apa kataku. "oppa, kaliyan?",tanyanya padaku dengan wajah herannya. Aku menjawab,"dia adik kembarku, Lee Sung Jin". "mianhae,oppa. Aku tidak tahu. Oppa kumohon jangan marah padaku",dia meminta maaf dengan banyak linangan air mata yang tertahan. "ya siapa yang menyalahkanmu? Ini semua salahku. Aku menginap di dorm dan terlambat pulang. Mianhae. Aku menelfonmu tapi tidak aktif. Aku menelfon rumahmu tapi kau sudah pergi. Lalu aku sadar Sung Jin menghilang, ku telfon dia tapi ponselnya tertinggal di kamar.",jelasku.

"hey sudah berungkali aku ingin menjelaskannya padamu tapi kau terus saja tak memberiku kesempatan. Itu salahmu sendiri",ucap Sung Jin. Lalu Kyu Hyun menimpali,"kau jangan kasar begitu. Sekarang kan sudah jelas permasalahannya. Sang Hwa ya, maafkan dia. Dia dari Amerika jadi sangatlah berbeda dengan Sung Min hyung. Kau ikutlah denganku! Kajja!". Sung Jin dan Kyu Hyun pun pergi meninggalkan kami berdua.

"oppa kenapa kau tak pernah bercerita?",dia hampir menangis. Langsung saja ku peluk tubuhnya yang masih terbaring. "mian. Mianhae,chagi-ya! Tapi 1 hal yang harus selalu kau tahu bahwa aku only love you",aku bisa merasakan air matanya yang terjatuh karenaku. Lalu dia mengangguk kecil tanda mengerti.
Kugenggam erat kedua tangannya,"pukul 23.30! Maukah kau menghabiskan 30 menit ini merayakan hari ultahku?". "ne oppa. Aku ingin menebus kesalahanku",jawabnya menyanggupi permintaanku. Sang Hwa POV

Aku malu. Benar-benar malu. Malu pada diriku sendiri. Malu pada Sung Jin. Terlebih pada Sung Min oppa. Akh bodohnya aku! Aku kesal pada diriku sendiri. Sang Hwa pabbo! Pabbo, pabbo, pabbo! Tapi oppa begitu baik. Dia sangat mengerti. Bahkan menyalahkan dirinya sendiri. Oppa, hatimu sebening malaikat. Aku benar-benar beruntung dapat bersamanya.

30 menit menuju 2 januari. Ugh aku sedih sekali. Aku malah menghabiskan waktu dengan sadaura kembarnya. Aku menyesal. Walaupun ini hanya 30 menit, aku akan menggunakan waktu ini sebaik mungkin. Tak akan kusia-siakan. Demi menebus kesalahanku ini.

Sung Min oppa mengajakku ke balkon atas rumahnya. Cukup luas dengan tatanan arsitektur classic dengan rumput sintesis. Layaknya sebuah taman kecil di bukit. Kami duduk di sebuah bangku. Menikmati hawa dingin angin malam, memandang sejuta taburan bintang. Tak ada kue ulang tahun, tak ada lilin, tak ada nyanyian tapi ini nyata. Nyata bersama Sung Min oppa yang kucinta.

Perlahan sebelah tangannya menumpu pundakku. Akh senang sekali rasanya dipeluk oppa. Aku pun bersandar di bahunya, merasakan hangat tubuh namja ini. Lalu kubisikkan,"saengil chukkahamnida". Dan dia menjawab,"gomawoyo. Tak ada kue, lilin, nyanyian, dan tepuk tangan itu tak masalah bagiku. Asalkan kau ada di sampingku. Hanya kau ingat hari ini saja, aku sudah sangat senang. Di saat orang-orang berlomba mengucapkan kalimat itu padaku tapi 1 yang kunanti. Itu kau chagi. Walaupun kau bukan orang pertama yang mengucapkannya tapi kau adalah orang terakhir yang mengucapkan itu di hari 1 januari ini". "oppa, kau sungguh baik. Aku benar-benar beruntung berada di sampingmu". "aku yang beruntung. Chagi-ya,mianhada. Aku belum menceritakan tentang Lee Sung Jin padamu. Jika kau seorang Pumkins atau ELF, kau pasti tahu tentang aku lebih dalam. Ketidaktahuanmu itu adalah suatu kelebihan di mataku. Kau tau kenapa chagi?". "kenapa oppa?". Aku benar-benar penasaran.

Kami hening sebentar, beberapa detik. Dan wow oppa mencium puncak kepalaku dengan lembut, lalu menjawab,"karena kau mencintaiku sebagai Lee Sung Min bukan sebagai member Super Junior. I only love you, Sang Hwa ya".

Akh oppa kau telah sukses membuat hatiku meleleh. Saranghaeyo oppa, saranghaeyo.

Tiba-tiba dia menduduk tegakkan aku. Diapun sama. Sehingga kami saling berhadapan dan bertatapan. Setiap kali melihat sorot matanya, jantungku jadi dag dig dug tidak karuan. Aku ingin lari tapi hati ini seperti tak mengizinkan. Ya Tuhan, perasaan ini.

Saat itu dia berbisik "saranghaeyo"

Oppa, apa yang akan kau lakukan? Menutup kedua kelopak matamu? Mendekatkan wajahmu padaku? Apa? Kenapa? Kenapa aku tiba-tiba menutup mataku juga?

Dan.....

Chupp.....


Kami berciuman! Dia melingkarkan tangannya di balik punggungku. Bahkan aku refleks kedua tanganku memeluk lehernya.

Indah sekali bukan? Sempurna.

Itu awalnya. Sebelum ada badai tsunami dan gempa tremor melanda keromantisan kami.

Author POV

Yang di maksud Sang Hwa adalah ketika sedang berciuman datang seorang tamu tak di undang. Yaitu si evil Kyu Hyun.

Tiba-tiba Kyu Hyun membuka pintu lebar-lebar sampai menimbulkan suara yang keras. Jelas saja pasangan kita ini kagetnya bukan main.

"Sung Min hyung! Sung Jin hyung ngompol di sofa depan tv. Sangat pesing, aku tak tahan dengan baunya!",teriakan si evil bener-bener keras. "ehh kaliyan sedang apa?",muka Kyu Hyun mendadak jadi ingin tahu.Atau lebih tepatnya innocent.

"Kyuuuuuuuuu! Kubunuh kau! Awas kau jangan lari!",Sung Min bener-bener marah nih acaranya diganggu Kyu Hyun.

Terjadilah kejar-kejaran antara Sung Min dan Kyu Hyun. Sedangkan Sang Hwa hanya bisa menatap kepergian 2 namja itu. "huhh, tak sesempurna yang kupikirkan". Bengong sambil geleng-geleng kepala.




-END-


Mian,chingu Sung Min oppa dibikin kembar. Just for fun aja. Mian juga kalau endingnya begitu. Saya juga heran kenapa Kyu Hyun oppa evilnya belum sembuh juga! Hahahahaha

Khamsahamnida ^^

share : munditia.blogspot.com
post : Mundi Thya Minciavip

banyak pengunjung blog ini

free counters