Jumat, 06 April 2012

(FF) My Sullen Prince!? [Special Jung Min's Birthday]

(FF) My Sullen Prince!? [Special Jung Min's Birthday]
Author :  Hyunna Choirunnisa Triples (Choirunnisa Pipit P.)




Every human have secrets, haven’t you?
Also in my school, there is a secret club here,
A club, which all of the members just love glasses boys..
So, the club’s name is ‘Glasses Boys Fans Club’..
-o0o-

Author : Hyunna Choirunnisa Triples (Choirunnisa Pipit P.)
Title : My Sullen Prince
Genre : Romance, Schoolship
Range : Oneshoot / 1 chapter
Rating : Teenager,

Main Cast : 
-          Park Jung Min (SS501)
-          Min Hyunna

Other Cast :
-          Kim Kyu Jong (SS501)
-          Ha Jae Kyo
-          Min Ji Eun

Disclaimer : Ini adalah FF hasil remake, aku nulis ini dapat inspirasi dari sebuah komik kesayanganku. Hanya saja aku ganti dengan versi korea. TAPI.. walaupun begitu tetap jangan di CHEAT apalagi di PLAGIAT! Okk!! Aku butuh kerja sama dari kalian..^^

DON’T FORGET RCL! THAT’s MUST BE YOU DO! ;3
HAPPY READING, READER!

-o0o-

“Wah, photo ini bagus banget!” puji salah seorang yeoja atas hasil cetak photo seorang namja berkacamata yang tampan sesuai diphoto itu,

“Aku mau dong, jadi pemotretnya Jung Min,” pinta salah seorang yeoja yang lain, Hyun Mi.

“Enak saja Jung Min itu giliran yang lain, dong!” bantah ketua klub, Jae Kyo.

“Otthe? Sudah saatnya Hyunna yang diberi tugas, tapi Hyunna jangan malu-malu, ya!” lanjut sang wakil bersua, Ji Eun. Saat ia melihat kedatangan Hyunna memasuki ruang Klub,

“Ah, baiklah aku akan berusaha,” jawab Hyunna dengan senang, serta mengepalkan tangannya tanda orang bersemangat,

“bagaimana kalau Jung Min, si Ketua OSIS itu? Kukira dia tipe Hyunna, kan?” ucap Jae Kyo menujuk sang target bagi Hyunna, Hyunna yang belum mengetahui perbincangan teman-temannya tadi hanya senyum-senyum kikuk saja,

“Dia masih jomblo, loh..”  sambung Ji Eun,

“Mwoo?! Jung Min..?” pikir Hyunna dalam hatinya

“kacamata frame gantung, dengan rambut hitam yang menutupi kacamatanya, itu tipe kesukaanmu, kan?” jelas Jae Kyo, Hyunna yang mendengar penjelasan tentang kacamata yang Jung Min pakai itu seketika berbinar matanya,

“Kenapa harus si Ketua OSIS itu., tapi aku akan berusaha mencari tahu dulu,” ucap Hyunna dalam hatinya,

-o0o-

Dengan susah payah Hyunna mencari kelas dimana Ketua OSIS itu bersarang, akhirnya menemukannya.

“Annyeong..?!” ucapnya hati-hati

“Min Hyunna, ya? Ada perlu apa kemari..?” tanya seorang namja dengan nama lengkap Kim Kyu Jong itu, yang kebetulan bertemu didepan pintu,

“Eh, anu.. Jung Min.. eh, Ketua OSIS itu.. yang mana.. ya?” tanya ku padanya, tanpa pikir panjang Kyu Jong itu meneriakan nama Jung Min keseisi kelas,

“Jung Min!” teriaknya

“Ehh? Eh.. jangan dipanggil..” sangkalku sambil mengomelinya,

“Ne, Waeyo..?” sesaat kemudian seseorang yang bernama Jung Min datang menghampiri pintu tempat Kyu Jong yang tadi itu berdiri dan memanggilnya,

“Ini, Hyunna.. kelas..” belum sempat menyelesaikan ucapanya Kyu Jong tercengang, “Hah? Dimana makhluk itu? Tadi di sini..!?” jelasnya, namun sifat dingin Jung Min kembali terlaksana, dengan mudahnya dia meninggalkan Kyu Jong yang masih binggung itu,

Sementara Hyunna dengan cemasnya tetap bersembunyi..

 “Aigoo, kagetnya!” seru Hyunna yang ada di balik tempok kelas IPA 1, tangannya yang ditempelkan di dadanya merasakan degup jantungnya yang masih kencang itu,

“Nggak kusangka ada namja sekeren itu disekolah ini!” ucap Hyunna yang sedang terkagum pada Jung Min, “rambut hitamnya yang menutupi kacamatanya, bingkai modisnya itu.. aku nggak nyangka cocok banget sama anak SMA.., kalau melihatnya membaca diperpustakaan, atau mengenakan jas lab, mungkin aku bisa mati karena berdebar-debar,”jelasnya mendeskripsikan Jung Min dengan hal-hal yang tak mungkin dilihatnya, (?) #berarti Hyunna terlalu berharap, tuh!?

-o0o-

“menurut suara terbanyak King Glasses No.1 di sekolah kita adalah..” dengan semangatnya Jae Kyo melaporkan hasil voting nan aneh bin gak penting itu, “Park Jung Min!”

“Hyyee... aku sangat setuju!” hampir semua member Klub itu bersorak setuju,

“Kalau begitu., siapa yang mau memotretnya.?!” Tanya Jae Kyo dengan semangatnya,

“ketua aku saja!” sahut Hyun Mi, yang sedari kemarin ngebet banget ingin memotert Jung Min,

“Ehhm, ketua jika boleh aku mau..” giliran Hyunna yang mengajukan diri, dengan sifatnya yang malu-malu itu membuat member yang lain menoleh kearahnya,

“Mwo?! Tumben banget Hyunna yang pemalu menyalonkan diri?” tanya Ji Eun, Wakil Klub, “ternyata benar-benar tipemu, ya?”

“Eummn, Ne..” dengan malunya Hyunna tetap menjawab,

“Baiklah supaya adil, yang berhasil memotret Jung Min dengan foto panling keren dalam 3hari, akan jadi pemotretnya!” akhirnya Ji Eun memberi persyaratan yang akurat, sebagai pemotret Jung Min

“Mwoo?! Tiga hari saja..? Oke! Aku akan berusaha..!” ucap Hyunna dalam hati menyakinkan diri,
-o0o-

Dengan yakinnya istirahat siang ini Hyunna menghampiri kelas Jung Min dan memohon agar Jung Min mau difotonya,

“Gak mau! Aku akan sangat terganggu..” tolak Jung Min atas permintaan Hyunna,

“Jangan pelit dong! Cuma sekedar foto, kok!” temannya, Kyu Jong, memberi saran. “Tolong Hyunna ssi..” sambungnya

“kau tahu? Kau orang ketiga yang minta foto aku, aku benci jika difoto!” sekali lagi Jung Min menolaknya,

“Ma.. maaf, aku tidak tahu..” ujar Hyunna, meskipun Jung Min sudah beberapa langkah meninggalkannya,

Ada apa dengannya? Ku jadi ingin lebih mengenalnya,..” ucap Hyunna dalam hatinya,

“Hyunna ssi maaf, ya. Kayaknya Jung Min lagi bete deh,”  Kyu Jong menenangkan hati Hyunna yang sedikit kecewa, “kalau aku bagaimana?”

“Ahh.?? Jweisonghamnida..!!” sahut Hyunna lalu berlari menjauhi kelas itu, dengan wajah kecewa bercampur kaget,

“haha.. dia lari!” tawa Kyu Jong dengan puasnya setelah meledeki Hyunna, “lucu, seperti tupai kecil yang melompat, hahaha!”

Tanpa disadari ternyata Jung Min yang hanya berjalan pelan masih dapat mendengar perdebatan konyol Hyunna dan Kyu Jong,

Jung Min melirikan matanya 10° kebelakang dan tersenyum,
-o0o-

Sekarang adalah hari kedua waktu pemotretan untuk member yang ingin menjadi pemotret tetap Jung Min,

“Ada apa lagi..?” dengan kesalnya Jung Min menanggapi kedatang Hyunna kekelasnya, setelah kejadian kemaren yang masih terekam pasti dimemory card Otaknya, (?)

Hyunna yang seketika melihat tatapan bete Jung Min mengerutkan matanya, seakan ingin menangis kekecawaan,

“Maaf.. nggak ada apa-apa, kok!” dengan polosnya Hyunna memjawab, jelas diraut wajahnya Hyunna sedih
Dengan tanpa rasa bersalah, Jung Min pergi mendahului Hyunna yang terduduk lemas didepan kelasnya,

“apa boleh buat, kupotret diam-diam saja, snapshoot lebih bagus..”  ucapnya dalam hati tetap tidak patah semangat dan mulai bangkit dari duduknya, lalu mengendap-endap dibelakang Jung Min yang sedang berjalan santainya,

Dengan pasti Hyunna mengikuti Jung Min, namun.. tanpa disangkanya Jung Min malah memutar balik tubuhnya dan berjalan menghampiri Hyunna. Hyunna yang tiba-tiba melihat keadaan itu hanya diam dan memojokan tubuhnya di tembok luar kelas,

Jung Min terus berjalan mendekati Hyunna yang masih membeku, binggung apa yang Jung Min lakukan,
#Brruukk

Tangannya ia letakan dikanan dan kiri bahu Hyunna, dan mendekatkan wajahnya lebih dekat pada Hyunna, namun ia hanya diam dan terpelongo,

“Huwaa.. apa yang akan dia lakukan padaku..?” ucap Hyunna dalam hatinya,

Lebih dekat lagi dengan Hyunna, lalu..

“Menyebalkan sekali..!!” Sambar Jung Min dengan kata-kata pedihnya, lalu dengan mudahnya meningalkan Hyunna dan membiarkannya terpelongo kebinggungan,
-o0o-

“Huh! Padahal tadi kata-katanya pedas sekali, tapi kenapa aku malah berdebar-debar..?” ucap Hyunna yang sedang menaiki tangga menuju perpustakaan, lalu tiba-tiba teringat lagi potret yang harus ia kerjakan, “kalau aku potret dari sini, pasti nggak ketahuan, deh..” ucapnya percaya diri,”ah itu dia!”

Dengan yakinnya Hyunna memastikan gerak-gerik Jung Min saat ditangga. Mencari posisi mana yang cocok untuk memotret Jung Min, sesekali melonggokan kepalanya melihat ‘dimana Jung Min’ yang akan menampilkan wajah tampannya, Namun ternyata nasib buruklah yang datang padanya,

“Wuuaaa...!” tiba-tiba tanpa ia ketahui, sepatunya salah menginjak anak tangga lalu hampir terjatuh dari pagar-pagaran tangga.

“Hei! Hati-hati.!”

#gyyuuut
dengan hati-hati nya, Jung Min menangkap Hyunna yang hampir saja terbentur lantai tangga itu, dan tak tahu siapa yang memulai Jung Min memeluk Hyunna dengan air muka yang penuh khawatir,

“Kau tak apa-apakan?!” tanya Jung Min keras dan lagi-lagi wajahnya terlihat seperti itu,

“I.. Iyaa.! Aku tak apa!” dengan penuh pasti Hyunna menjawab, namun hatinya tak bisa tertipu, dia sedang senang!

“Joahyo! Baguslah..!!” tangkap Jung Min lalu tersenyum dengan lembutnya, tampang kekhawatirannya hilang,
#Dheg..Dheg..

“bagaimana ini, hatiku berdegup kencang..” takutnya dalam hati,

“Pabo! Lain kali jangan cerobah lagi!” omel Jung Min pada Hyunna, sedangkan Hyunna hanya sibuk mendeteksi degup jantungnya karena, sesuatu..

Lalu setelah itu mereka bangun dari duduk mereka dan Jung Min pergi meninggalkan Hyunna disana,

“Ah! Jung Min..” panggil Hyunna pada Jung Min, dengan sedikit keberanian yang ada Hyunna memanggilnya, “Eumm, Gomawooo..” sahutnya berteriak,

Jung Min yang mendengar itu berbalik arah, dan tersenyum pada Hyunna,

“Aigoo?!” jantung Hyunna yang tadinya hampir kembali normal, malahan menjadi-jadi.. semakin parah, “Senyuman itu..” ucapnya dalam hati,
-o0o-

Hari terus berjalan, hingga saat ini adalah hari terakhir penentu pemotret tetap Jung Min,

“Ahh?! Kenapa waktu itu gak aku potret sih..” sesal Hyunna, dengan tampang kesihannya, “Senyumnya..”

“apa kalian sudah dapat foto Jung Min, batasnya sampai bel pulang sekolah, ya!” Jae Kyo mengumumkan di ruang klub,

“Yahh, itu nggak terlalu bagus,” Hyun Mi mengejek hasil potret Eun Ah,,

“iya.. matanya merem, harusnya dipotret diam-diam,” Ji Eun bijak, memberi saran

“Hyunna, apa Jung Min mau kau potret?” tanya Jae Kyo pada Hyunna yang sedang termenung kesedihan #kasian amat dah, Hyunna!

“Jung Min baik kok, dia langsung mau di potret, iya kan?” Ji Eun angkat bicara,
-o0o-

“Kenapa dia dingin denganku? Kenapa dia nggak mau kupotret?” keluh Hyunna dalam hatinya, selama perjalanan dilorong sekolah,

Tiba-tiba dari arah yang berlawanan Jung Min dengan tas gantungnya melewati jalan yang sama, namun sikap dingin Jung Min tetap tidak hilang, sesaat kemudian ia hanya melewati Hyunna yang sedang menatapnya nanar,

Hyunna memberanikan dirinya untuk bicara..

“Kenapa? Kenapa hanya aku yang tidak boleh memotretku?” teriak Hyunna dari arah belakang Jung Min, ia pun seketika menoleh kebelakang dan melangkah mendekati Hyunna,

“Boleh, asal kau bersedia melakukan apapun,” Jung Min dengan wajah penuh keyakinan mengucapkan persyaratannya,

“Baiklah! Apapun akan kula..” belum selesai Hyunna menjawabnya, tiba-tiba Jung Min dengan cepat meraih dagu Hyunna dan..

Chuu~
Hyunna yang terkejut pun melebarkan matanya penuh, sementara Jung Min yang masih mencium Hyunna, semakin mendekap Hyunna dalam pelukannya,

sesaat kemudian Jung Min merengangkan pelukannya, seta membuka matanya perlahan dan..

“Apa kau paham dengan ucapanmu tadi, hah!?” bentak Jung Min setelah berhasil merampas First Kiss bagi Hyunna itu,

“Diaa...” sesak Hyunna dalam hatinya,

“Kau ini memang bodoh!” tambah Jung Min, lalu dengan tampang tak bersalah dia meninggalkan Hyunna yang sesaat kemudian meneteskan air matanya,

“Jung Min bukan dingin, diaa.. Hanya membenciku,” isak tangisnya semakin menjadi namun Jung Min sudah entah dimana,
-o0o-

“Ayo! Kalian kumpulkan foto Jung Min!?” perintah Jae Kyo pada anggotanya, “Hyunna, mana fotomu?” jae Kyo pun mendekati Hyunna yang sedang melamun sendirian,

“Nggak ada!” Hyunna bergumam, “aku gagal memotretnya,”

“Tapi, menurutku Hyunna cocok koq jadi pemotret Jung Min,” hibur Jae,

“Ne, aku juga setuju!” Ji Eun pun ikut memberi semangat,

“Ne.. lihatlah!” pinta Jae, lalu dengan sigapnya menarik salah satu foto Jung Min yang tersebar dimeja, “Jung Min.. dia selalu melihat ke arah Hyunna, lho!”

Hyunna pun dengan segera melihat foto-foto Jung Min yang diperlihatkan oleh Jae dan Ji Eun, seketika ia teringat pada sesuatu,

“tidak pakai kacamata? Eumm.. dia,” pikir Hyunna dengan yakinnya, “Aku ingat...”

-flashback-

“Huuaa, kenapa buku ini diletakan diposisi paling atas?!” keluh Hyunna, tubuhnya yang tak terlalu tinggi tak bisa mengambil buku diperpustakan itu,

“Yang ini?” tiba-tiba seorang murid laki-laki berdiri disampingnya dan mengambilkan buku itu,

“Ne, Gomawo..” ucap Hyunna polos dan gugup

“aku selalu memperhatikanmu, mau jadi pacarku?” tanpa disangka murid laki-laki itu, menembaknya. Seketika Hyunna yang sudah lebih dulu gugup sekarang semakin menjadi,

#Dhegg.. Dhegg Dhegg..
Degup jantungnya tak bisa tertahan lagi,

“emmn, a.. aku..” jawabnya terbata-bata, “Emmn, maaf..!” tambahnya namun tak membuatkan hasil bagi murid laki-laki tersebut, dan segera ia berlari keluar perpustakaan,

Sedangkan murid laki-laki itu hanya memandang punggung Hyunna yang semakin menjauh dan tak terlihat,

-Off-

“Dia..” ucap Hyunna dalam hati, entah apa yang dipikirkannya, tiba-tiba ia meneteskan airmata,
Teman-temannya, begitupula Jae dan Ji Eun sontak menoleh padanya

“Hyunna..?! Waeyo?” tanya Jae,

“Aku memang menyebalkan..” isaknya dalam hati, “mungkin sudah terlambat.. tapi aku..”

-o0o-

Ruang Praktikum-

“Ya! Kenapa mengajakku kesini?” tanya Jung Min dengan sikap dinginnya, “Kau masih belum kapok juga, ya?”

“Ini foto-fotomu sudah jadi..” ucap Hyunna dengan pelan serta menundukkan wajahnya.

“Aku ngga butuh!!!” tekan Jung Min dan menyingkirkan tangan Hyunna yang hendak memberikan fotonya itu,

“INI!!” teriak Hyunna dengan beraninya,

“Aishh.. sudah ku bilang aku benci foto!” tegas Jung Min dan melotot ke arah mata Hyunna,

“Kau!” lirik Hyunna dan membalas Jung Min dengan balik melotot ke Jung Min, alhasil Jung Min pun mengambil foto-foto tersebut dengan sikap sok cool-nya

“Aisshh. Sini..”

“maaf, aku lupa padamu,” tiba-tiba Hyunna kembali melembut,

“Baguslah, kalau kau lupa. Aku menukar lensa kontakku dengan kacamata untuk menghindaarimu, ternyataaku salah menilaimu, kau lebih suka kacamata..” jelas Jung Min dengan melipat kedua tangannya didepan dadanya,

“Aku akan lakukan apapun, asal kau mau memaafkanku!” tegas Hyunna, ia membulatkan matanya penuh, “ aku nggak akan memalingkan mataku kali ini..” tambahnya dalam hati,

“lagi-lagi itu..” ucap Jung Min dengan mudahnya, “apa kau paham arti..” belum sempat Jung Min menyelesaikan kata-katanya., namun Hyunna sudah mengecup bibirnya. Jung Min  pun hanya bisa melebarkan matanya keheranan.

“Aku sangat mengerti!” ucap Hyunna setelah menghentikan ciuman singkatnya itu, dengan tegas ia katakan.. “karena, karena sekarang aku suka padamu Jung Min!”

Jung Min pun melemas dan tanpa ia sadari ia menjatuhkan foto-fotonya yang sedari tadi ia genggam, lalu ia pun terduduk lemas,

“Huhh, Dasarr..” ucapnya dengan wajah memelas

“Hahh?!” Hyunna sontak saja terkejut
-o0o-

Pulang Sekolah-

“hei, kenapa kau suka padaku?” tiba-tiba Jung Min bertanya dengan wajah konyolnya,

“Kacamatamu!” jawab Hyunna polosnya,

“Hahh? Cuma itu..?!” seketika Jung Min melepas genggaman tangannya dengan Hyunna, dan menoleh kearahnya

“Bukan Cuma itu, kok! Jujur..” Hyunna pun panik , dan menarik kembali tangan Jung Min,

“Huhh, tadinya aku kira kau siswi budaya yang anggun..” ledek Jung Min, tapi malah membuat Hyunna mengerutkan alis matanya,

“Apa maksudmu, hohhh.?!” Tangkap Hyunna yang baru menyadari maksud dari perkataan Jung Min

“hhaha... ternyata aku salah lgi, ya?” Jung Min pun tak tahan menahan tawanya, dan mereka pun berdebat sepanjang jalan,

“Ya! Jung Min....” ledek Hyunna saat Jung Min mengayun-ngayunkan tangannya, dengan menyenggol pundaknya
-o0o-

Saat ku tahu..
Ini akan terjadi..
Aku kaget dan tak percaya..
Sekarang aku..
Aku adalah milikmuu..
Kau hal berharga bagiku..
Aku mencintaimu..

                                                ~The END~
-o0o-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Setiap komentarmu akan sangat berarti sekali buatku,,karena itu,jangan lupa untuk meninggalkan komentar di setiap entri.^_^

banyak pengunjung blog ini

free counters