Title : SURPRISE
Author : KYUmalasari
Cast:
Lee Sung Min (oppa)
Shin Sang Hwa (me)
Lee Sung Jin
Park Shin Hye
Cho Kyu Hyun
Other
Genre:
Romantice, cOMEDY
Sang Hwa POV
1 januari? Tahun baru? Bagiku ini lebih dari perayaan tahun baru. Karna oppaku tercinta ulang tahun. Lee Sung Min namanya. Namjachingu-ku. Aku sangat mencintainya, begitu juga dirinya terhadapku. Sempurna kan kisah cintaku?
Kantin kampus ramai oleh mahasiswa yang sedang membicarakan acara tahun baru malam ini. Gaduh, sampai membuatku tak kosentrasi. Ada yang teriak-teriak memesan ramyun. Ada yang bertengkar karena saus cabe terkena mata temannya. Ada yang singing dan dancing. Ada yang lagi nawar cabe sekilo (emang di kampus ada yang jual cabe? Jayus!). Parahnya lagi, banyak yeoja terbengong-bengong ketika 'boys before flower' melintasi kantin dengan gaya so coolnya.. Huhh aku tak menghiraukan itu semua.
Terdengar suara langkah berlari menuju arahku yang sedang asyik memainkan laptop di meja kantin kampus. Dia adalah temanku, Park Shin Hye. Dia duduk tepat di depanku dengan nafas tersengal-sengal. "Sang Hwa ya! Bagaimana? Aku sangat ingin tahu!",tanya temanku tanpa mengucap salam. "molla. Terlalu banyak pilihan membuatku semakin bingung.",jawabku lemah. "Hmm jangan lemas begitu, ultahnya besok jadi masih ada waktu.",ucap Shin Hye menyemangatiku. "ah, aku kan belum dengar pendapatmu! Bagamaina cara membuat surprise yang takkan terlupakan? Ayo cepat katakan!",pintaku. "mwo? Aku?",Shin Hye terkejut. Lalu dia tampak hening sebentar untuk berpikir. Dan, brakkkk! Shin Hye menggebrak meja sampai membuatku terkejut setengah mati. "Sang Hwa ya, bagaimana kalau kita timpuk pake kue tart ke muka imutnya, siram pake telor terigu atau bakar saja rumahnya? Atau kita bom sekalian itu rumah mewahnya?",ucap Shin Hye dengan mata berbinar-binar. "YA apa kau mau membunuh kekasihku? Ah tidak masuk akal sekali!",tukasku. "aku sendiri juga tidak tahu. Bahkan hanya ingin tahu rencanamu aku sampai berlari kesini seperti aku sedang dikejar penculik!",jelas Shin Hye sedih. "mwo? Penculik? Shin Hye ya, kau memang best friendku yang paling baik dan cantik! Gomawo.",ucapku senang. Wajah Shin Hye jadi bingung karna ucapanku, lucu sekali. "apa maksudmu?",tanyanya padaku. "aku akan menculik oppa. Kita akan menghabiskan waktu 1 hari bersama di tempat romantis. Akh bagaimana?",tanyaku semangat. "sipp! Itu karna aku kan? Ceritakan besok pada Sung Min tentangku kalau aku pahlawan kaliyan. Ok!",ucap Shin Hye senang. Dengan senang hati aku menjawab ok. Kamipun berhigh five bersama. Toss...
1 januari pun tiba. Aku sudah mempersiapkan segalanya. Kami memang tidak merayakan malam tahun baru bersama. Aku membiarkan oppa bersenang-senang dengan member SuJu lainnya. Karna 1 januari dia harus bersamaku dan tidak boleh ada yang mengganggu. Tak masalah bagi kami.
Ku ketuk pintu rumahnya. Tak lama kemudian seorang namja keluar. Ups, oppa kau sangat berantakan! Sepertinya dia baru bangun tidur. Tapi aku heran saat dia mengatakan "ada apa?" sambil menguap dan menggaruk kepalanya. Lalu kujawab,"apa oppa tidak terkejut dengan penampilanku? Akh sudahlah cepat mandi dan ikut denganku sekarang!". Kudorong tubuhnya masuk kamar mandi. "oppa, kau harus memakai parfum. Kalau perlu 1 botol oppa tumpahin ke seluruh badan oppa!",ucapku bercanda. Dia pasti kesal karna sampai saat ini aku belum mengucapkan saengil chukkae. Lalu aku membantunya membersihkan bedroomnya. Setelah semua beres aku menunggu oppa di ruang tamu.
Oh alangkah tampannya dia! Eh, tunggu sebentar. Sejak kapan rambut oppa berwarna seperti itu? Model rambutnya juga berbeda. Akh mungkin tuntutan profesi. Dia kan member Super Junior yang terkenal itu. Kamipun pergi bersama. Hanya berdua.
Sung Min POV
Hey siapa yeoja ini? Dia terlihat sangat akrab denganku. Lembut dan sepertinya penyayang. Tapi siapa? Biarpun begitu kenapa dia masuk kerumahku dan mendorongku untuk mandi? Bahkan dia membersihkan kamarku seperti dia sudah mengetahui seluk beluk rumah ini.
Aigoo, dia menculikku! Aku dipaksa masuk ke mobil dan dibawa entah kemana. Aku selalu ingin bertanya padanya dan mencoba menjelaskan tapi dia terus saja mengatakan hal lain sehingga dia tidak mendengarkanku. Aku juga sedikit tidak tega melihat wajahnya yang ceria dan selalu tersenyum. Kuputuskan untuk pasrah.
Kami jalan-jalan ke kebun binatang bersama sambil memakan kembang gula pink. Menyenangkan. Walaupun sedikit aneh bagiku. Lalu pergi ke taman hiburan. Naik rollercoester, menonton sulap dan atraksi, bermain air bersama. Wow, aku sangat menikmati semuai ini. Mungkin karna selama ini aku terlalu jenuh dengan urusanku.
Tapi setiap ada kesempatan aku selalu mencoba menjelaskan. Namun sayang, gagal untuk ke sekian kalinya.
Sampai saat sore hari dia mengajakku ke pantai yang sepi. Duduk berdua di atas hamparan pasir putih menatap sunset. Indah sekali. Sampai tak ada kalimat yang terucap diantara kita berdua. Romantis tapi rasa bersalahku ini semakin menyiksaku. Aku memberanikan diri bertanya,"apa kau tidak takut membawa kabur anak orang? Bahkan aku tak boleh membawa ponsel!". "oppa kau aneh. Apa 2 tahun ini kau tak mengenalku? Kita sepasang kekasih.",jawabnya. Oh, aku pusing!
Sang Hwa POV
1 hari ini indah sekali. Melewatkan hari bersamanya itu sangat menyenangkan. Tapi entah kenapa aku selalu merasa aneh padanya hari ini. Dia pendiam, tidak seperti biasanya. Hmm tapi biar bagaimanapun dia adalah oppaku, Lee Sung Min yang sangat kucintai.
Kuputuskan menuju puncak rencanaku, makan malam romantis. Oppa, kau pasti akan terkejut!
Sung Min POV
Apalagi yang akan dia lakukan padaku? Dia menutup kedua mataku dengan sehelai kain. Akh bodohnya aku masih saja mempercayainya. Tapi perasaanku yakin dia adalah yeoja yang baik. Perlahan-lahan dia menuntunku berjalan. Sepertinya ini jalan menanjak. Dia sangat hati-hati menjagaku.
Tiba di tempat tujuan. Aku berhenti dan dia dengan lembut membuka ikatan mataku. Perlahan ku buka kedua mataku. Ku kedipkan beberapa kali kelopak mataku agar pandanganku jernih.
WOW! Amazing! Sekarang aku ada di atas bukit. Indah sekali. Pemandangan kota Seoul malam ini sangat cantik jika dilihat dari sini. Ku edarkan pandanganku ke sekitar. Hamparan rumput hijau yang luas bertabur serpihan bunga mawar pink terserak disana-sini. Di sekelilingku terdapat tirai kain pink tergantung dimana-mana. Tersapu-sapu angin malam di terangi sang rembulan. Oh sangat sempurna.
Kupusatkan pandanganku ke depan. Ada sebuah kue dengan lilin-lilin kecil di atasnya. Lalu aku bertanya,"apa itu?". Dan dia berbisik,"oppa, saengil chukkahamnida!". Aku kaget bukan main. "darimana kau tahu kalau hari ini hari ulang tahunku?",tanyaku shock. "oppa, aku ini yeojachingu-mu! Huhh jangan-jangan oppa punya yeoja lain ya?". "apa? Yeoja?". "oppa selingkuh!". "huhh? SELINGKUH?",aku mengenalnya juga tidak, bagaimana caranya aku berselingkuh? Aku semakin tidak mengerti. "aggaeshi, tolong dengarkan aku...",saat aku mau menjelaskan dia memotongnya. "ya oppa, kenapa panggil aku seperti itu! Biasanya kau memanggilku chagi. Ayo cepat berdoa dan tiup lilinnya. Aku akan bernyanyi untukmu!",ucapnya dengan wajah ceria.
Baiklah aku menurut saja. Saat itu kami makan malam bersama, singing, dancing bahkan running ala bollywood. *lebay
"oppa sepertinya kau sedikit lebih tinggi dari kemarin. Apa sepatumu itu baru?,tanya yeoja itu. "tidak. Oh ya, kenapa disini semuanya berwarna pink? Sampai bajumu juga berwarna pink!",tanyaku. "bagaimana kau ini oppa? Aku sangat perhatian padamu. Semuanya aku sesuaikan dengan warna kesukaanmu!",jawabnya. Apa? Warna kesukaanku pink? Sejak kapan? Warna kesukaanku putih bukan pink! Sepertinya aku mengerti siapa yang yeoja itu maksud.
"ehm aku...","sudah malam, ayo kita pulang oppa!". Akh lagi-lagi tak mendapatkan kesempatan bicara. Yeoja ini!
Sang Hwa POV
Sempurna! Berjalan sesuai rencana. Dia tampak senang dengan kejutanku. Tapi aku merasa aneh. Dia seperti bukan dirinya yang aku kenal. Tapi dia oppaku, Lee Sung Min. Akh, kekasih macam apa ini mencurigai namjachingu-nya sendiri. Kuputuskan kami untuk pulang karena ini sudah larut malam.
Di dalam mobil dia pendiam sekali. Jangankan mengobrol, melirikku saja tidak. Mungkin dia terlalu lelah.
Akhirnya sampai di depan rumahnya. Rencana finalku, suddenly kiss!
Sung Min POV
Sampai di rumahku kembali. Lega rasanya. Dia mengantarku ke depan pintu masuk. Kami berjalan berdampingan dan dia menggantung di lengan kananku. Tangan kiriku menenteng tas kecil berisi kado darinya.
Tepat di depan pintu, aku memencet bell. Aigoo, apa yang akan dia lakukan? Mendekat ke wajahku? Mau apa dia? Aku dilanda panik luar biasa. Dan...
Chupp...
Ceklekk....
Dia mencium pipiku bersamaan pintu terbuka.
Sang Hwa POV
Kejutan!
Aku mencium pipinya. Eitz, tunggu dulu! Siapa yang membuka pintu itu? Oh,tidak! Apa yang dia katakan?
"chagi-ya, aku menunggumu seharian ternyata kau pergi dengan Sung Jin? Dan kau juga menciumnya?",ucapnya tersenyum.
"oppa...."
Dan semuanya gelap. Aku tak bisa berpikir jernih. Aku shock. Aku terjatuh di pelukan seseorang yang hangat. Diakah Lee Sung Min?
Beberapa saat kemudian.
Aku membuka kedua mataku perlahan. Kukedipkan lagi mataku untuk memastikan. Tepat di depanku ada Sung Min oppa dengan wajah cemasnya. Dan tak jauh dariku ada seseorang yang mirip dengan oppa duduk di samping Kyu Hyun. Sung Jin? Siapa Sung Jin? Kenapa wajahnya begitu mirip dengan oppa?
Sung Min POV
Dia sadar! Terimakasih Tuhan. Aku cemas sekali. Seharian ini aku baru melihatnya. Aku rindu sekali padamu Sang Hwa ya!
"minumlah maka kau akan baik-baik saja". Dia menuruti apa kataku. "oppa, kaliyan?",tanyanya padaku dengan wajah herannya. Aku menjawab,"dia adik kembarku, Lee Sung Jin". "mianhae,oppa. Aku tidak tahu. Oppa kumohon jangan marah padaku",dia meminta maaf dengan banyak linangan air mata yang tertahan. "ya siapa yang menyalahkanmu? Ini semua salahku. Aku menginap di dorm dan terlambat pulang. Mianhae. Aku menelfonmu tapi tidak aktif. Aku menelfon rumahmu tapi kau sudah pergi. Lalu aku sadar Sung Jin menghilang, ku telfon dia tapi ponselnya tertinggal di kamar.",jelasku.
"hey sudah berungkali aku ingin menjelaskannya padamu tapi kau terus saja tak memberiku kesempatan. Itu salahmu sendiri",ucap Sung Jin. Lalu Kyu Hyun menimpali,"kau jangan kasar begitu. Sekarang kan sudah jelas permasalahannya. Sang Hwa ya, maafkan dia. Dia dari Amerika jadi sangatlah berbeda dengan Sung Min hyung. Kau ikutlah denganku! Kajja!". Sung Jin dan Kyu Hyun pun pergi meninggalkan kami berdua.
"oppa kenapa kau tak pernah bercerita?",dia hampir menangis. Langsung saja ku peluk tubuhnya yang masih terbaring. "mian. Mianhae,chagi-ya! Tapi 1 hal yang harus selalu kau tahu bahwa aku only love you",aku bisa merasakan air matanya yang terjatuh karenaku. Lalu dia mengangguk kecil tanda mengerti.
Kugenggam erat kedua tangannya,"pukul 23.30! Maukah kau menghabiskan 30 menit ini merayakan hari ultahku?". "ne oppa. Aku ingin menebus kesalahanku",jawabnya menyanggupi permintaanku. Sang Hwa POV
Aku malu. Benar-benar malu. Malu pada diriku sendiri. Malu pada Sung Jin. Terlebih pada Sung Min oppa. Akh bodohnya aku! Aku kesal pada diriku sendiri. Sang Hwa pabbo! Pabbo, pabbo, pabbo! Tapi oppa begitu baik. Dia sangat mengerti. Bahkan menyalahkan dirinya sendiri. Oppa, hatimu sebening malaikat. Aku benar-benar beruntung dapat bersamanya.
30 menit menuju 2 januari. Ugh aku sedih sekali. Aku malah menghabiskan waktu dengan sadaura kembarnya. Aku menyesal. Walaupun ini hanya 30 menit, aku akan menggunakan waktu ini sebaik mungkin. Tak akan kusia-siakan. Demi menebus kesalahanku ini.
Sung Min oppa mengajakku ke balkon atas rumahnya. Cukup luas dengan tatanan arsitektur classic dengan rumput sintesis. Layaknya sebuah taman kecil di bukit. Kami duduk di sebuah bangku. Menikmati hawa dingin angin malam, memandang sejuta taburan bintang. Tak ada kue ulang tahun, tak ada lilin, tak ada nyanyian tapi ini nyata. Nyata bersama Sung Min oppa yang kucinta.
Perlahan sebelah tangannya menumpu pundakku. Akh senang sekali rasanya dipeluk oppa. Aku pun bersandar di bahunya, merasakan hangat tubuh namja ini. Lalu kubisikkan,"saengil chukkahamnida". Dan dia menjawab,"gomawoyo. Tak ada kue, lilin, nyanyian, dan tepuk tangan itu tak masalah bagiku. Asalkan kau ada di sampingku. Hanya kau ingat hari ini saja, aku sudah sangat senang. Di saat orang-orang berlomba mengucapkan kalimat itu padaku tapi 1 yang kunanti. Itu kau chagi. Walaupun kau bukan orang pertama yang mengucapkannya tapi kau adalah orang terakhir yang mengucapkan itu di hari 1 januari ini". "oppa, kau sungguh baik. Aku benar-benar beruntung berada di sampingmu". "aku yang beruntung. Chagi-ya,mianhada. Aku belum menceritakan tentang Lee Sung Jin padamu. Jika kau seorang Pumkins atau ELF, kau pasti tahu tentang aku lebih dalam. Ketidaktahuanmu itu adalah suatu kelebihan di mataku. Kau tau kenapa chagi?". "kenapa oppa?". Aku benar-benar penasaran.
Kami hening sebentar, beberapa detik. Dan wow oppa mencium puncak kepalaku dengan lembut, lalu menjawab,"karena kau mencintaiku sebagai Lee Sung Min bukan sebagai member Super Junior. I only love you, Sang Hwa ya".
Akh oppa kau telah sukses membuat hatiku meleleh. Saranghaeyo oppa, saranghaeyo.
Tiba-tiba dia menduduk tegakkan aku. Diapun sama. Sehingga kami saling berhadapan dan bertatapan. Setiap kali melihat sorot matanya, jantungku jadi dag dig dug tidak karuan. Aku ingin lari tapi hati ini seperti tak mengizinkan. Ya Tuhan, perasaan ini.
Saat itu dia berbisik "saranghaeyo"
Oppa, apa yang akan kau lakukan? Menutup kedua kelopak matamu? Mendekatkan wajahmu padaku? Apa? Kenapa? Kenapa aku tiba-tiba menutup mataku juga?
Dan.....
Chupp.....
Kami berciuman! Dia melingkarkan tangannya di balik punggungku. Bahkan aku refleks kedua tanganku memeluk lehernya.
Indah sekali bukan? Sempurna.
Itu awalnya. Sebelum ada badai tsunami dan gempa tremor melanda keromantisan kami.
Author POV
Yang di maksud Sang Hwa adalah ketika sedang berciuman datang seorang tamu tak di undang. Yaitu si evil Kyu Hyun.
Tiba-tiba Kyu Hyun membuka pintu lebar-lebar sampai menimbulkan suara yang keras. Jelas saja pasangan kita ini kagetnya bukan main.
"Sung Min hyung! Sung Jin hyung ngompol di sofa depan tv. Sangat pesing, aku tak tahan dengan baunya!",teriakan si evil bener-bener keras. "ehh kaliyan sedang apa?",muka Kyu Hyun mendadak jadi ingin tahu.Atau lebih tepatnya innocent.
"Kyuuuuuuuuu! Kubunuh kau! Awas kau jangan lari!",Sung Min bener-bener marah nih acaranya diganggu Kyu Hyun.
Terjadilah kejar-kejaran antara Sung Min dan Kyu Hyun. Sedangkan Sang Hwa hanya bisa menatap kepergian 2 namja itu. "huhh, tak sesempurna yang kupikirkan". Bengong sambil geleng-geleng kepala.
-END-
Mian,chingu Sung Min oppa dibikin kembar. Just for fun aja. Mian juga kalau endingnya begitu. Saya juga heran kenapa Kyu Hyun oppa evilnya belum sembuh juga! Hahahahaha
Khamsahamnida ^^
share : munditia.blogspot.com
post : Mundi Thya Minciavip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Setiap komentarmu akan sangat berarti sekali buatku,,karena itu,jangan lupa untuk meninggalkan komentar di setiap entri.^_^